Ayat-Ayat Tasybih dan Tanzih dalam Al-Quran dalam Diskursus Pemikiran Mu’tazilah dan Ahlussunnah Wal Jama’ah
Keywords:
Tasybih, Tanzih, Takwil, Mu'tazilah, Ahlussunnah wal JamaahAbstract
Konsep tasybih (penyerupaan) dan tanzih (penyucian) dalam Al-Qur’an merupakan salah satu isu kontroversial yang telah memicu perdebatan luas di kalangan ulama dari berbagai mazhab pemikiran dalam khazanah intelektual Islam. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menggambarkan Allah dengan sifat-sifat manusia, seperti wajah, mata, dan tangan. Hal ini menimbulkan perbedaan pandangan antara kelompok yang menetapkannya sebagaimana adanya dan kelompok yang menakwilkannya untuk menjaga kesucian Allah dari keserupaan dengan makhluk. Perbedaan ini menyebabkan setiap mazhab memiliki pendekatan yang berbeda dalam menafsirkan ayat-ayat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan empat mazhab pemikiran utama dalam Islam: Mu’tazilah dan Ahlussunnah wal Jamaah (Sunni) dalam memahami ayat-ayat tasybih dan tanzih serta menyoroti metode yang digunakan masing-masing mazhab dalam memahami teks-teks suci. Penelitian ini menggunakan metode induktif dan analitis dengan mengumpulkan data dari sumber-sumber primer dan kitab tafsir yang otoritatif, kemudian menganalisis serta membandingkan metode yang digunakan oleh masing-masing mazhab untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai landasan pemikiran mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mu’tazilah menggunakan metode takwil dengan memahami ayat-ayat tasybih secara metaforis agar Allah tetap tersucikan dari keserupaan dengan makhluk. Sementara itu, Sunni-Salafiyah cenderung memahami teks secara literal tetapi menyerahkan maknanya kepada Allah tanpa takwil (tafwidh). Asy’ariyah menolak penafsiran secara harfiah tetapi juga tidak melakukan takwil secara mutlak, melainkan menafsirkannya secara simbolik untuk menghindari penyimpangan dalam memahami sifat-sifat Allah. Di sisi lain, Maturidiyah mengambil pendekatan tengah dengan menafsirkan sifat-sifat tersebut sebagai tanda kesempurnaan Allah tanpa menyerupai makhluk. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap metode mencerminkan perspektif yang berbeda dalam menyeimbangkan antara teks syariat dan rasionalitas dalam memahami akidah Islam.
Kata Kunci: tasybih, tanzih, takwil, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah.
Downloads
References
Adib, M., Noupal, M., & Nur Hakim, L. (2021). Metodologi penafsiran ayat-ayat antropomorfisme (Studi analisis linguistik atas Tafsir Al-Munir karya Wahbah Al-Zuhaili). Al-Misykah: Jurnal Kajian Al-Qur’an dan Tafsir, 2(1), 68.
Adnin, & Zein, M. (2020). Epistemologi kalam Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah. Al-Hikmah: Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam, 2(1), 5.
Al-Asy’ari, A. H. (t.th). Al-Ibanah ‘an Ushul al-Diyanah. Beirut: Daar Ibn Zaidun.
Al-Baghdadi, A. M. (t.th). Al-Farqu baina al-Firaq. t.t.: t.tp.
Alfian, A. (2018). Makalah aliran teologi Islam: Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah. Makalah, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Alif, M. (2019). Teologi Maturidiyyah sebagai moderasi antara Asy’ariyyah dan Mu’tazilah. Aqlania: Jurnal Filsafat dan Teologi Islam, 10(1), 88.
Al-Qaththan, M. (2019). Mabahits fi Ulumil Qur’an (U. Mujtahid, Terj.). Jakarta: Ummul Qura.
Asy’ari, M. H. (1418 H). Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah. Jombang: Maktabah al-Turats al-Islami.
Badrudin. (2015). Firqah dalam dunia Islam. t.t.: A-Empat.
Bestari, M. (2020). Al-Qur’an sebagai wahyu Allah, muatan beserta fungsinya. Dirasat, 15(3), 129.
Masturin. (2014). Khazanah intelektual teologi Maturidiyah. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 8(1), 178.
Nasution, H. (1986). Teologi Islam: Aliran-aliran, sejarah analisa dan perbandingan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Navis, A., Ramli, M. I., & Anam, F. K. (2016). Risalah Ahlussunnah Wal-Jama’ah: Dari pembiasaan menuju pemahaman dan pembelaan akidah-amaliah NU. Surabaya: Khalista.
Rabbani, M. I. (2019). Tauhid Ahlussunnah wal Jama’ah: Antara Imam al-Asy’ari dan Ibn Taymiyyah. Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam, 3(1), 12.
Ramli, M. I. (2011). Pengantar sejarah Ahlussunnah wal-Jama’ah. Surabaya: Khalista.
Sa’diyah, M., Syarifah, A., & Supandi, A. F. (2022). Citra Tuhan dalam Al-Qur’an: Studi pemaknaan ayat-ayat antropomorfisme dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Hermeneutik: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 16(1), 159.
Zainimal. (2021). Mu’tazilah dalam lintasan sejarah pemikiran Islam. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 3(1), 104.
Zarkasyi, A. F. (2010). Dhat dan sifah Tuhan dalam konsep tauhid Mu’tazilah. Islamica, 5(1), 191.
Zuhri, A. (2010). Kecenderungan teologi Maturidiyah Samarkand. Religia, 13(1), 109.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Delta Mutiara Hanum, Abdul Haris

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


